Selasa, 15 Desember 2015

Cerpen: Luka ( adaptasi dari pengalaman )

Aku masih termenung di tangga ketika Ila menghampiriku."Sudah aku tegaskan berkali kali bahwa aku suka Dhitya! Kamu masih cemburu kalau Dhitya dekat dengan Dara padahal kamu sudah bilang kamu suka Dika! Padahal Dhitya udah mau nembak Dara,udah ngasih coklat segala!!! Egois!"bentak Ila.Aku tak mau kalah,"Jelas saja! Manusia tak ada yang tak egois!!!! Kamu juga egois!!"teriakku.Ila terdiam sejenak.Dhitya memperhatikan kami dari ujung anak tangga ( karena kami di koridor tangga ).Amarahku naik."Penghianat!"Ila menendang kearah kakiku.Aku menghindarinya."Biarkan aku jadi hantu tangga yang akan menghantuimu terus!"aku mengambil pisau kater dari dalam tasku.Jam tanganku kulepas.Syuut...Kater itu menyayat tajam tanganku,tepat di nadi tanganku.Aku hampir menusuk jantungku kalau tidak dicegah oleh Anya.Adiknya,Pella,langsung lari menjauh.Dhitya masih terpaku."Biarkan.Biarkan saja tuh,si ba*****n itu bunuh diri."komentar Ila pedas."Abila!"teriak Intan. Peristwakemarin masih terbayang jelas di ingatku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar